Bersyukur kepada Yehuwa

SAYA senantiasa bersyukur, setiap saat, lantaran diberi Allah Yehuwa kehidupan yang baik sekaligus menyenangkan. Bagaimana tak menyenangkan, jika pagi dan sore hari, misalnya, untuk mandi saya tak perlu bersusah-payah mencari maupun menimba air. Makan pun tak kesulitan.

Santapan rohani, di samping makanan jasmani, juga melimpah. Mulai dari Majalah The Watch Tower alias Menara Pengawal, Sedarlah!, sampai publikasi-publikasi tertulis lain semisal buku setebal 192 halaman berjudul Mari Jadilah Pengikut-Ku.
watch_towerhcp-50.GIF
Betapa menyenangkan, karena setiap hari –-meski saya ‘berumah’ di kantor— saya leluasa melakukan kegiatan-kegiatan rohani. Mulai dari membaca Alkitab, menikmati aneka jenis santapan rohani yang disediakan Organisasi, sampai mengisi blog bernapaskan rohani milik saya ini.

Alangkah menyenangkan, lantaran setiap Kamis saya bisa pulang dari Surabaya ke Solo. Libur kerja sekaligus menemani istri dan anak mengikuti pembahasan Pelajaran Buku Sidang (PBS) Wahyu – Klimaksnya yang Menakjubkan! bersama Saksi-Saksi Yehuwa dan para peminat.

Benar-benar menyenangkan, sebab setiap Minggu pagi saya bisa mengikuti perhimpunan secara tetap-tentu di Surabaya. Selain itu, saya pun dapat mengikuti perhimpunan-perhimpunan berskala besar seperti Kebaktian Istimewa di Solo.

kebaktian-istimewa-solo-23.JPG

Tapi, memang, tak ada yang sempurna di dunia ini [yang terjadi karena ketidaktaatan manusia pertama, Adam, kepada Yehuwa ribuan tahun silam (Kejadian 3:17-19)]. Saya belum bisa mengikuti Sekolah Teokratis lantaran jadwal pekerjaan duniawi yang masih ruwet.

Saya masih dan sedang mengupayakan supaya bisa segera mengatur jadwal sedemikian rupa sehingga nanti dapat mengikuti Sekolah Pelayanan Teokratis, menyusul istri saya yang sudah mulai resmi sekolah di Solo sejak Selasa, 15 April 2008 lalu. Tentu saja seraya saya senantiasa terus bersyukur, dan berdoa….

One Response to “Bersyukur kepada Yehuwa”

  1. Mei 5th, 2008 | 10:32 am

    Sekolah Pelayanan Teokratis sangat berguna untuk kemajuan rohani kita. sebisa mungkin kita harus menghadiri perhimpunan yang satu ini.
    salam kenal
    Herbert
    Pekanbaru

Leave a reply