Mei 25, 2008
Mari Pandang Orang Lain Menurut Cara Pandang Yehuwa
APAKAH Saudara memandang orang lain menurut cara Yehuwa? Begitulah judul dalam Majalah Menara Pengawal edisi 15 Maret 2008, hal 25, yang kami pelajari pada perhimpunan Minggu (25/5/2008) pagi.
Pelajaran tentang “cara Yehuwa (Allah) memandang orang-orang” tersebut memungkasi semua materi pelajaran Menara Pengawal 15 Maret. Pelajaran dalam perhimpunan Minggu (25/5) ini dipimpin Penatua Saksi-Saksi Yehuwa Sidang Wonokromo Surabaya, Saudara Jimmy Methuselah.
Pada intinya, Saudara Methuselah yang membahas Menara Pengawal seraya mengutip ayat-ayat Alkitab, mengajar kita untuk meniru cara Yehuwa dalam memandang orang. Cara itu berbeda dengan cara kita —manusia tak sempurna— memandang manusia lain, di mana kita ‘memandang melalui lensa yang rusak karena ketidaksempurnaan’.
Kita, manusia tak sempurna, cenderung berfokus kepada kelemahan saudara-saudara seiman. Ini berarti seolah memandang mereka menggunakan kamera dengan lensa yang berfokus pada bidang sempit saja.
Adapun Yehuwa —pribadi Mahasempurna— sebaliknya. Dia memandang melalui lensa bersudut bidik lebar, yang bisa mencakup suatu objek beserta daerah sekitarnya. Yehuwa melihat orang selengkapnya, termasuk semua sifat baik orang itu.
Maka, kita harus berupaya meniru Yehuwa dengan tidak mengarahkan perhatian kita kepada ketidaksempurnaan manusia. Selain itu, kita juga harus selalu rendah hati, karena rendah hati membantu kita memiliki pandangan yang benar tentang orang lain.
Perlunya sikap rendah hati ini diingatkan Rasul Paulus dalam Alkitab, yaitu Kitab Filipi 2 ayat 3 dan 4. “(Jangan) melakukan apapun karena sifat suka bertengkar atau karena menganggap diri penting. Tetapi dengan rendah hati, mengangggap orang lain lebih tinggi dari kamu, menaruh perhatian, bukan dengan minat pribadi kepada persoalanmu sendiri saja, tetapi juga dengan minat pribadi kepada persoalan orang lain”.
Maka, selain tidak mengarahkan perhatian kita kepada ketidaksempurnaan manusia, memperlihatkan minat pribadi kepada orang lain —dan mencari hal-hal baik dalam diri mereka— juga akan membantu kita memandang mereka seperti cara Yehuwa. Ingatlah, Yehuwa melihat orang selengkapnya.
Filed by juniantosetyadi at 11:20 pm under Berhimpun
1 Comment
