‘Jagal Keputran’ dan Nasib Dunia

KASUS ‘Jagal Keputran’ ikut disinggung dalam khotbah umum saat perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa Sidang Wonokromo Surabaya, Minggu (11/5/2008) pagi. Jagal Keputran adalah sebuah kasus pembunuhan sadis, yaitu pemenggalan kepala seorang pria oleh pria lain, di keramaian Pasar Keputran Surabaya, Jumat dini hari 18 April 2008  lalu.

Sang pengkhotbah, Saudara Andi T, menyinggung kasus tersebut sebagai salah satu satu contoh bahwa orang-orang dunia ini semakin jahat, sehingga masa depan dunia pun terancam. Namun, dia menambahkan, banyak contoh-contoh tindakan yang jauh lebih jahat daripada ‘sekadar’ kasus Jagal Keputran.

“Dalam kejahatan di Pasar Keputran itu yang terjadi ‘hanya’ satu orang membunuh satu orang. Tapi, sering pula terjadi bahwa satu orang membunuh banyak orang (antara lain dalam perang, Red),” tegasnya saat menyampaikan khotbah berjudul ‘Apakah Saudara Akan Luput dari Nasib Dunia ini?’

Di hadapan 63 peserta perhimpunan, pengkhotbah tamu yang juga Penatua Saksi-Saksi Yehuwa Sidang Darmo Surabaya tersebut juga merinci beberapa hal lain yang membuat masa depan manusia terancam dan seperti menantikan pemusnahan. Misalnya, karena serangan penyakit, kebencian etnik, dan ancaman perang nuklir.

Tetapi, lanjut Saudara Andi, apakah dunia atau bumi benar-benar akan musnah? Mengacu pada isi Alkitab, dia menegaskan bahwa bumi tak akan dimusnahkan oleh Allah Yehuwa. Karena, seperti tertulis dalam Kitab Yesaya 45 Ayat 18, misalnya, dapat diketahui bahwa Allah menciptakan bumi ini untuk didiami.

“Sebab, inilah firman Yehuwa, Pencipa langit. Dialah Allah yang benar, Pembentuk bumi dan Pembuatnya, Dialah yang mendirikannya dengan kokoh, yang tidak menciptakannya dengan percuma, yang membentuknya untuk didiami. Akulah Yehuwa, dan tidak ada yang lain,” kata Saudara Andi, membaca isi Yesaya 45 Ayat 18 secara lengkap.

Seraya terus mengutip ayat-ayat Alkitab, dia menambahkan, yang akan dibinasakan oleh Allah Yahuwa bukan bumi atau dunia ini, melainkan dunia setan, sistem yang fasik sekaligus orang-orang fasik. Menurut Kitab Zefanya 1 ayat 14, hal itu akan terjadi pada Hari besar Yehuwa, yang sudah dekat dan sangat bergegas….

“Sebagai umat Yehuwa yang mengasihi Yehuwa, kita tidak perlu khawatir. Sebab, seperti bisa kita baca dalam Mazmur 145 ayat 20, Yehuwa menjaga semua orang yang mengasihinya, tetapi semua orang fasik akan ia musnahkan,” tegas Saudara Andi seraya mengingatkan agar para peserta perhimpunan berpihak dan membaktikan diri kepada Yehuwa, berhimpun tetap-tentu, serta memperlihatkan kasih kepada Allah maupun sesama.

Seusai Saudara Andi menyampaikan khotbah, perhimpunan dilanjutkan dengan pelajaran Majalah Menara Pengawal. Penatua Saksi-Saksi Yehuwa Sidang Wonokromo, Saudara Jimmy Methuselah, pun memimpin perhimpunan, melanjutkan pelajaran Minggu pagi pekan lalu, kali ini dengan tema ‘Yehuwa Mendengar Seruan Kita Minta Tolong’.

No comments yet. Be the first.

Leave a reply