Tidak Merayakan Ulang Tahun
SEJAK 15 Maret 2008 lalu, setiap Sabtu pagi sampai siang saya ditugasi kantor mengikuti Fundamental Leadership Program yang diselenggarakan Dale Carnegie Course, di Hotel Elmi Surabaya. Kegiatan ini dijadwalkan berakhir 7 Juni 2008, setelah para peserta menjalani 12 kali sesi/pertemuan.  Kini saya sudah melalui delapan sesi.
Satu hal yang membuat saya kikuk saat menjalani pelatihan kepemimpinan ini adalah kebiasaan para trainer mengumumkan dan memberi selamat kepada peserta yang kebetulan berulang tahun. Pasalnya, saya tidak merayakan ulang tahun, baik ulang tahun saya sendiri maupun ulang tahun orang lain.
Mengapa demikian? Sebagai orang yang belajar Alkitab kepada umat Kristen Saksi-Saksi Yehuwa, saya berprinsip bahwa peringatan ulang tahun bukan kebiasaan berdasarkan Alkitab. Karena itulah saya –-sebagaimana Saksi-Saksi Yehuwa di seluas dunia— tidak memperingati atau merayakan hari ulang tahun.
Dasar prinsip itu adalah dua contoh perayaan hari ulang tahun yang tidak diperkenan Yehuwa (Allah), yang disebutkan dalam Alkitab. Pertama, peristiwa mengerikan dalam Kitab Kejadian 40 ayat 20-22 . “Ternyata hari yang ketiga adalah hari lahir Firaun, ia mengadakan pesta…. Maka dikembalikannya pengawas juru minuman pada kedudukannya sebagai juru minuman…. Tetapi pengawas juru roti digantungnya.â€
Kedua, kejadian mengerikan dalam Kitab Matius 14 ayat 6-10. “Sewaktu hari lahir Herodes sedang dirayakan, anak perempuan Herodias menari pada kesempatan itu dan begitu menyenangkan hati Herodes sehingga ia berjanji dengan sumpah akan memberikan kepada dia apapun yang dimintanya. Lalu dia, atas petunjuk ibunya, mengatakan, ‘Berikan kepadaku di sini di atas sebuah pinggan, kepala Yohanes Pembaptis.’…. Ia mengutus orang dan menyuruh memancung kepala Yohanes di penjara.†Yohanes Pembaptis adalah tokoh yang membaptis Yesus.
Buku Bertukar Pikiran mengenai Ayat-ayat Alkitab terbitan Saksi-Saksi Yehuwa menjelaskan, segala sesuatu dalam Alkitab ditulis dengan alasan tertentu. Hal tersebut sesuai Kitab 2 Timotius 3 ayat 16 dan 17. Maka, dari dua contoh peristiwa mengerikan terkait perayaan ulang tahun seperti saya kutip di atas itu dapat disimpulkan bahwa Firman Allah memberikan laporan yang tidak menyenangkan tentang perayaan-perayaan ulang tahun. Maka, Saksi-Saksi Yehuwa memperhatikan hal tersebut, dan tak merayakan hari ulang tahun….
Kembali ke soal Fundamental Leadership Program dari The Dale Carnegie Course, yang membuat kikuk setiap kali ada peserta yang berulang tahun. Sejak awal pelatihan, 15 Maret 2008 lalu, sudah ada beberapa peserta yang kebetulan ulang tahun saat pelatihan, dan pihak trainer selalu mengumumkan nama peserta tersebut kemudian mengajak para peserta lain untuk bergantian menyalami seraya mengucapkan selamat ulang tahun.
Paling akhir, saat sesi delapan, Sabtu (17/5/2008) lalu, ada seorang peserta yang berulangtahun, yaitu Dikdik Gunantara (Production Manager PT Supra Alumunium Industri). Selain itu, seorang peserta lain akan ulang tahun sehari kemudian, Minggu (18/5/2008), yakni Eko Purnomo (ARFM PT Mandala Multi Finance).
Dua peserta itu didaulat Lead Trainer Dale Carnegie Course, Esti Hidayat Joseph, dan kawan-kawan untuk maju ke depan kelas. Saat-saat beginilah yang membuat saya benar-benar kikuk. Namun, karena saya telah berprinsip tidak merayakan ulang tahun siapapun –-termasuk tak memberi ucapan selamat— maka saya mencari cara supaya tak melanggar prinsip yang saya anut berdasar Alkitab itu.
Saat para trainer maupun peserta-peserta pelatihan menyalami Dikdik dan Agung seraya mengucapkan selamat ulang tahun, saya menyelinap keluar ruangan di Hotel Elmi Surabaya tersebut. Saya berjalan ke toilet, kencing sekaligus menghindari perbuatan yang melanggar prinsip Alkitab.
Sesudah melihat dari luar bahwa acara salam-salaman telah kelar, saya masuk kembali ke ruangan, melanjutkan mengikuti pelatihan sesi delapan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 12.00 WIB. Jadi, begitulah cara yang saya pilih untuk menghindarkan saya dari perbuatan yang tak disukai Allah Yehuwa. Harap maklum.
Filed by juniantosetyadi at Mei 23rd, 2008 under Sehari-hari
Brarti anda seharusnya ndak merayakan natal ya?
Soalnya natal kan peristiwa lahirnya Yesus ke dunia. Dan perayaan itu (katanya) tidak sesuai dengan Alkitab yang anda tafsirkan.
Komentar oleh liemz — Mei 26, 2008 @ 5:14 am