Juni 22, 2008
Tantangan Serius dan Proyek Besar : Membesarkan Anak
MEMBESARKAN anak merupakan tantangan yang serius bagi para orangtua Kristen. Mengapa demikian? Karena, orang-orang Kristen sejati pun tidak kebal terhadap dampak buruk dari ‘masa krisis’ sekarang ini.
Begitulah salah satu hal penting yang terdapat dalam Majalah Menara Pengawal, yang kami pelajari saat perhimpunan, Minggu (22/6/2008) pagi, di Perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa Sidang Wonokromo Surabaya. Kegiatan rohani rutin setiap pekan ini diikuti 62 orang hadirin.
Dipimpin oleh salah seorang penatua kami, Saudara Soeharto, pelajaran Menara Pengawal kali ini melanjutkan pelajaran pekan sebelumnya. Majalah yang kami pakai sama dengan pekan lalu maupun dua pekan lalu, yaitu edisi 15 April 2008. Kami belajar mulai halaman 16, pada Judul ‘Soal Menikah dan Mempunyai Anak pada Zaman Akhir ini’.
Kembali ke awal tulisan di atas, mempunyai anak pada zaman akhir memang memerupakan tantangan besar bagi orangtua-orangtua Kristen. Mereka harus terus bertempur melawan pengaruh “sistem dunia ini” yang bisa berakibat fatal atas anak-anak mereka.
“Dan, mereka tidak selalu menang dalam pertempuran itu,” tegas Saudara Hendry Sidarta, yang membacakan Menara Pengawal di samping Saudara Soeharto.
Pada bagian lain Menara Pengawal juga menyebutkan bahwa membesarkan anak membutuhkan kerelaan berkorban selama bertahun-tahun. “Ini merupakan proyek besar yang menuntut banyak waktu dan energi” papar Saudara Sidarta.
Diingatkan, meskipun tak mudah membesarkan anak namun para orangtua Kristen harus senantiasa sadar bahwa soal mempunyai anak ini merupakan tanggung jawab dan hak istimewa pemberian Allah Yehuwa. Karena Yehuwalah yang memberi manusia kesanggupan untuk mempunyai anak, maka orangtua perlu memandang bayi yang baru lahir sebagai “milik pusaka dari Yehuwa”.
Hal tersebut selaras dengan Mazmur 127 ayat 3 dalam Alkitab. ”Lihat ! Putra-putra adalah milik pusaka dari Yehuwa; Buah kandungan adalah upah,” demikian isi ayat tersebut, yang memperlihatkan pentingnya keberadaan anak di mata Yehuwa Sang Mahapencipta.
Masih banyak nasihat berharga dalam Menara Pengawal mengenai membesarkan dan memelihara anak. Salah satunya, bahwa menjadi orangtua yang bertanggungjawab itu mencakup lebih daripada sekadar menyediakan makanan, pakaian, penaungan, dan perawatan kesehatan bagi anak.
“Khususnya pada zaman akhir yang berbahaya ini, anak-anak perlu belajar sejak dini tentang prinsip-prinsip moral dalam kehidupan. Anak-anak harus dibesarkan dengan pengaturan-mental dari Yehuwa,” ucap Saudara Sidarta, menyitir isi Efesus 6 ayat 4.
Apa yang dimaksud dengan pengaturan-mental dari Yehuwa? Hal ini merupakan upaya menanamkan pandangan Yehuwa ke dalam pikiran manusia sejak bayi, dan terus sampai masa remaja yang penuh gejolak. Jadi, pengaturan-mental dari Yehuwa tersebut harus ditanamkan sejak dini, bukan setelah anak menjadi remaja.
Filed by juniantosetyadi at 11:06 pm under Berhimpun
3 Comments
