Ayat Hari Rabu

AKU akan mengangkat seorang gembala atas mereka, dan dia, yaitu hambaku, Daud, akan memberi mereka makan. —Yeh. 34:23

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia.

Ayat Hari Selasa

PERHATIKANLAH dirimu sendiri dan segenap kawanan, sebab kamu telah ditetapkan oleh roh kudus sebagai pengawas di antara mereka, untuk menggembalakan sidang jemaat Allah, yang dibeli-Nya dengan darah Putra-Nya sendiri. — Kis. 20:28

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia.

Ayat Hari Senin

[ALLAH] telah memberikan jaminan kepada semua orang dengan membangkitkan [Yesus] dari antara orang mati. — Kis. 17:31

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia.

Ayat Hari Minggu

AKU memuji engkau di muka umum, Bapak, Tuan atas langit dan bumi, karena engkau telah menyembunyikan hal-hal ini dari orang-orang yang berhikmat dan tinggi kecerdasannya dan menyingkapkannya kepada kanak-kanak. — Mat.11:25 

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia.

Ayo Berkomentar !

SEBUAH nasihat pendek-tetapi-penting disampaikan oleh Saudara T Samosir, Pengawas Wilayah (PW) Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia, kepada para anggota Sidang Solo Selatan Saksi-Saksi Yehuwa. Tatkala mengawali khotbah dinasnya pada perhimpunan Kamis (24/7) petang lalu, Saudara Samosir mengingatkan perlunya para anggota sidang ikut menyumbang komentar.

Mereka, para anggota sidang, perlu berkomentar saat mengikuti Pelajaran Menara Pengawal atau Pembahasan Buku Sidang (PBS), misalnya, karena komentar itu merupakan korban-pujian bagi Allah Yehuwa. Menurut Saudara Samosir, hal ini selaras dengan nasihat Rasul Paulus kepada orang-orang Ibrani seperti tertuang dalam Alkitab, khususnya Kitab Ibrani Pasal 13 ayat 15 dan 16.

Catatan Paulus dalam ayat 15 tersebut berbunyi, ”Melalui dia, biarlah kita selalu mempersembahkan korban pujian kepada Allah, yaitu buah-buah bibir yang membuat pernyataan tentang namanya di hadapan umum.”

Jadi, “Dengan memberikan komentar berarti kita sudah mempersembahkan korban pujian bagi Yehuwa sehingga membuat senang Dia,” tegas Saudara Samosir.

Selain itu, tambahnya, dengan saling ikut memberikan komentar saat berhimpun, berarti para anggota sidang berbagi perkara-perkara yang baik. Ini sesuai isi ayat 16 Ibrani Pasal 13, “Lagipula, jangan lupa melakukan apa yang baik, dan berbagi dengan orang-orang lain, karena Allah senang akan korban-korban yang demikian.”

Saya sendiri meski belum menjadi Saksi-Saksi Yehuwa —peminat pelajaran Alkitab yang belum dibaptis— selalu berusaha ikut menyampaikan komentar. Baik saat ikut berhimpun Minggu pagi di Sidang Wonokromo Surabaya, maupun ketika ikut PBS Wahyu, Klimaksnya yang Menakjubkan! di Sidang Solo Selatan. Saya juga selalu mendorong istri dan anak ragil saya, Ryan, ikut berkomentar pula. Semuanya demi menyenangkan Allah Yehuwa….

Ayat Hari Sabtu

MAKAIKAT Yehuwa berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, dan Dia menyelamatkan mereka. — Mz. 34:7

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia.

Ayat Hari Jumat

JIKA seseorang tidak menyediakan kebutuhan orang-orangnya sendiri, … ia telah menyangkal iman dan lebih buruk daripada orang yang tidak mempunyai iman. — 1 Tim. 5:8

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia.

Tirulah Timotius !

pw-untuk-kotbah-386-1.jpg

TIRULAH Tomitus ! Demikianlah salah satu poin penting yang disampaikan Saudara T Samosir saat berkhotbah dinas pada Perhimpunan Sidang Solo Selatan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia, Kamis (24/7) petang setelah Pembahasan Buku Sidang (PBS) Wahyu, Klimaksnya yang Menakjubkan!

Pengawas Wilayah (PW) Saksi-Saksi Yehuwa tersebut, saat itu memberikan khotbah berjudul ‘Kaum Muda, Apakah Cita-cita Kalian Akan Menghasilkan Kesuksesan?’ Sesuai judulnya, khotbah ini memang ditujukan terutama kepada kaum muda Kristen.

Sebagaimana diketahui, Timotius adalah murid Rasul Palulus yang banyak dipuji. Mengenai pentingnya sosok Timotius sebagai model kesuksesan bagi kaum muda, Saudara Samosir meminta para peserta perhimpunan membuka Kisah Para Rasul Pasal 16 ayat 1 dan 2 dalam Alkitab.

Ayat satu pasal itu menyebutkan, “Maka, tibalah ia di Derbe dan juga di Listra. Dan, lihat! di sana ada seorang murid bernama Timotius, putra seorang wanita Yahudi yang percaya tetapi bapaknya seorang Yunani.”

Sedangkan menurut ayat dua, “dan dia dilaporkan baik oleh saudara-saudara di Listra dan Ikonium,” ujar Saudara Samosir. Dia menekankan pembacaan ayat itu pada frase ‘dilaporkan baik oleh saudara-saudara di Listra dan Ikonium’.

“Coba renungkan, Timotius dipuji oleh saudara-saudari dari dua sidang. Tidakkah kalian, kaum muda di Sidang Solo Selatan ini, juga ingin dipuji oleh dua sidang lain, atau bahkan lebih,” tegasnya.

Mengapa Timotius banyak dipuji alias ‘dilaporkan baik’? Menurut Saudara Samosir, ada empat penyebab. Satu, karena dia melakukan pengabdian yang saleh. Kedua, karena Timotius bersikap penuh kasih kepada saudara-saudari di sidang. Ketiga, karena rendah hati. “Keempat, dia melayani Allah Yehuwa dengan sepenuh hati,” papar Saudara Samosir.

Selain harus meniru Timotius sebagai salah satu poin penting agar kaum muda dapat menggapai kesukesan, Saudara Samosir juga menyebut dua poin penting lain. Yaitu, harus memiliki sudut pandang yang sama dengan Yehuwa, dan menetapkan atau menentukan cita-cita sejak sekarang.

“Menetapkan cita-cita kalian menjadi Saksi-Saksi Yehuwa, dengan berbakti dan terbaptis, tentu ada tantangannya. Tapi harus diingat, kalian menjadi Saksi-Saksi Yehuwa atau bukan, pasti ada tantangan,” tegasnya.

Bagaimana cara menghadapi tantangan itu? Saudara Samosir kembali mengutip Alkitab, kali ini Amsal Pasal 3 ayat 5 dan 6. Menurut ayat 5, “Percayalah kepada Yehuwa dengan segenap hatimu dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri”. Sedangkan ayat 6 menyatakan, “Dalam segala jalanmu, berikanlah perhatian kepadanya, dan ia akan meluruskan jalanmu.”

“Jadi, kalian bisa menghadapi tantangan itu dengan percaya kepada Yehuwa sepenuh hati, percaya 100 persen. Harus fokus melayani Yehuwa, sebagaimana dulu pernah dilakukan Yesus Kristus,” papar Saudara Samosir.

Makan Siang Bersama Pengawas Wilayah

pw-makan1-oke.jpg

pw-makan2-oke.jpg

pw-makan3-oke.jpg

HARI Kamis (24/7) siang, Saudara T Samosir —Pengawas Wilayah (PW) Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia yang antara lain membawahi Sidang Solo Selatan—  makan siang di rumah keluarga saya. Saudara Samosir didampingi istrinya.

Selain Saudara dan Saudari Samosir, ada tiga anggota Saksi-Saksi Yehuwa dari Sidang Solo Selatan yang makan siang bersama. Mereka, Saudara Pronosuharjo, Saudari Sudarmi, dan Saudara Nelson Robi Cahyono.

Saudara T Samosir ke Solo dalam rangka Pekan Kunjungan PW. Kegiatannya di Solo diakhiri Minggu (27/7) pagi, dalam acara Perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa di Sidang Solo Selatan.

Saya tidak mengikuti perhimpunan tersebut, karena Jumat (25/7) pagi —sehari setelah makan siang bersama PW—  saya sudah berangkat kembali ke Surabaya untuk pekerjaan duniawi. Namun saya sempat mengikuti Perhimpunan Pembahasan Buku Sidang (PBS) Wahyu, Klimaksnya yang Menakjubkan!

Usai PBS, Saudara Samosir menyampaikan khotbah dinas berjudul ‘Kaum Muda, Apakah Cita-cita Kalian Akan Menghasilkan Kesuksesan?’. Saya akan membuat posting tersendiri tentang khotbah berdasar Alkitab yang ditujukan terutama untuk kaum muda ini.

Ayat Hari Kamis

TEMAN sejati… menjadi saudara yang dilahirkan untuk waktu kesesakan. — Ams. 17:7

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia.

Halaman Berikutnya »