
TIRULAH Tomitus ! Demikianlah salah satu poin penting yang disampaikan Saudara T Samosir saat berkhotbah dinas pada Perhimpunan Sidang Solo Selatan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia, Kamis (24/7) petang setelah Pembahasan Buku Sidang (PBS) Wahyu, Klimaksnya yang Menakjubkan!
Pengawas Wilayah (PW) Saksi-Saksi Yehuwa tersebut, saat itu memberikan khotbah berjudul ‘Kaum Muda, Apakah Cita-cita Kalian Akan Menghasilkan Kesuksesan?’ Sesuai judulnya, khotbah ini memang ditujukan terutama kepada kaum muda Kristen.
Sebagaimana diketahui, Timotius adalah murid Rasul Palulus yang banyak dipuji. Mengenai pentingnya sosok Timotius sebagai model kesuksesan bagi kaum muda, Saudara Samosir meminta para peserta perhimpunan membuka Kisah Para Rasul Pasal 16 ayat 1 dan 2 dalam Alkitab.
Ayat satu pasal itu menyebutkan, “Maka, tibalah ia di Derbe dan juga di Listra. Dan, lihat! di sana ada seorang murid bernama Timotius, putra seorang wanita Yahudi yang percaya tetapi bapaknya seorang Yunani.”
Sedangkan menurut ayat dua, “dan dia dilaporkan baik oleh saudara-saudara di Listra dan Ikonium,” ujar Saudara Samosir. Dia menekankan pembacaan ayat itu pada frase ‘dilaporkan baik oleh saudara-saudara di Listra dan Ikonium’.
“Coba renungkan, Timotius dipuji oleh saudara-saudari dari dua sidang. Tidakkah kalian, kaum muda di Sidang Solo Selatan ini, juga ingin dipuji oleh dua sidang lain, atau bahkan lebih,” tegasnya.
Mengapa Timotius banyak dipuji alias ‘dilaporkan baik’? Menurut Saudara Samosir, ada empat penyebab. Satu, karena dia melakukan pengabdian yang saleh. Kedua, karena Timotius bersikap penuh kasih kepada saudara-saudari di sidang. Ketiga, karena rendah hati. “Keempat, dia melayani Allah Yehuwa dengan sepenuh hati,” papar Saudara Samosir.
Selain harus meniru Timotius sebagai salah satu poin penting agar kaum muda dapat menggapai kesukesan, Saudara Samosir juga menyebut dua poin penting lain. Yaitu, harus memiliki sudut pandang yang sama dengan Yehuwa, dan menetapkan atau menentukan cita-cita sejak sekarang.
“Menetapkan cita-cita kalian menjadi Saksi-Saksi Yehuwa, dengan berbakti dan terbaptis, tentu ada tantangannya. Tapi harus diingat, kalian menjadi Saksi-Saksi Yehuwa atau bukan, pasti ada tantangan,” tegasnya.
Bagaimana cara menghadapi tantangan itu? Saudara Samosir kembali mengutip Alkitab, kali ini Amsal Pasal 3 ayat 5 dan 6. Menurut ayat 5, “Percayalah kepada Yehuwa dengan segenap hatimu dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri”. Sedangkan ayat 6 menyatakan, “Dalam segala jalanmu, berikanlah perhatian kepadanya, dan ia akan meluruskan jalanmu.”
“Jadi, kalian bisa menghadapi tantangan itu dengan percaya kepada Yehuwa sepenuh hati, percaya 100 persen. Harus fokus melayani Yehuwa, sebagaimana dulu pernah dilakukan Yesus Kristus,” papar Saudara Samosir.
Berbagi