Bertemu 2.481 Saudara dan Saudari di Kota Yogya

jogja-slmtdatang14.JPG

LELAH tetapi penuh suka-cita. Begitulah yang saya rasakan selama tiga hari, Jumat-Minggu (27-29/6/2008) lalu. Tiga hari penuh, mulai pukul 09.20 WIB sampai 16.55 WIB, saya dan keluarga mengikuti Kebaktian Distrik 2008 Saksi-Saksi Yehuwa di Yogyakarta.

Sebagaimana tahun sebelumnya, Kebaktian Distrik Tahun 2008 juga diselenggarakan di Auditorium Kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) di Ring Road Utara, Condongcatur. Mayoritas Saksi-Saksi Yehuwa dan peminat pelajaran Alkitab yang mengikuti kegiatan ini hadir dari Distrik Jawa VII dan IX.

Selain dari Kota Solo –-seperti keluarga saya— para hadirin datang dari kota-kota lain seperti Semarang, Cilacap, Kutoarjo, dan Yogyakarta yang memang masuk Jawa VII dan IX. Meski begitu, hadir pula beberapa saudara dan saudari dari luar kota, bahkan luar Jawa.

Saya bertemu, antara lain, Saudara Tjahyo Aristiawan dan istri, yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Juga, beberapa saudara-saudari dari Jember, Jawa Timur, bahkan saudari-saudari dari Jakarta maupun Palangkaraya.

Benar-benar tiga hari yang penuh suka-cita, mengalahkan rasa lelah phisik. Meskipun kami —saya, istri, dan anak ragil, Ryan— selama tiga hari harus wira-wiri sekitar 60 km pulang-pergi naik Kereta Api Prameks Solo Balapan-Yogya Lempuyangan disambung taksi ke UPN (pulangnya juga dengan kendaraan yang sama), hal itu tak mengurangi semangat kami berhimpun sekaligus bergaul dengan saudara-saudari seiman.

jogja-makan13.JPG

***

Kebaktian tahunan kali ini bertema ‘Dibimbing oleh Roh Allah’, dengan ayat utama ‘Teruslah Berjalan dengan Roh’, yang diambil dari Alkitab, yaitu Galatia 5:16. Jumlah hadirin pada puncak acara, Minggu (29/6/2008), sebanyak 2.482 saudara dan saudari, termasuk beberapa saudara-saudari berbahasa isyarat. Kebaktian Distrik tahun lalu, di tempat sama, dihadiri 2.552 saudara dan saudari.

jogja-utama141.JPG

Kegiatan kami benar-benar full rohani. Mulai dari nyanyian, khotbah, simposium, hingga drama, semua bernapaskan rohani khas Saksi-Saksi Yehuwa, umat Kristen yang hidup selaras dengan Alkitab. Kami, para pengikut Yesus Kristus, membuka Alkitab masing-masing kala para penatua bergantian menyampaikan khotbah atau simposium.

Adapun drama rohani dihelat pada Minggu (29/6/2008) mulai pukul 13.15 WIB sampai 14.05 WIB. Drama ini berjudul “Jangan Tinggalkan Kasihmu yang Mula-mula”, dengan tokoh utama Rasul Yohanes.

Sesuai jadwal acara, dan seperti pada kebaktian tahun-tahun lalu, Kebaktian Distrik 2008 juga dilengkapi dengan pembaptisan air atas anggota baru Saksi-Saksi Yehuwa. Tercatat ada 51 saudara-saudari yang dibaptis, menandai mereka menjadi rohaniwan terlantik Yehuwa.

jogja-baptis15.JPG

Sebelum upacara baptisan air, Sabtu (28/6/2008) pukul 11.40, Saudara Tarigan menyampaikan khotbah berjudul “Dibaptis dengan Nama… Roh Kudus”. Dia antara lain mengingatkan bahwa orang-orang yang menerima ajaran Yesus dan menjadi muridnya harus dibaptis. Hal ini selaras dengan isi Kitab Matius 28 ayat 9.

“Dalam ayat tersebut, Matius sebagai murid Yesus mencatat Yesus mengatakan,  ‘Karena itu, pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, baptislah mereka dengan nama Bapak dan Putra dan Roh Kudus’,” kata Saudara Tarigan, menyitir Matius 28 : 9.

***

Kami benar-benar senang dan bersyukur. Melalui kebaktian ini saya dan para saudara-saudari yang hadir sungguh dikenyangkan makanan rohani yang berlimpah-ruah. Termasuk, makanan rohani berupa dua buku baru, yaitu Pertanyaan Kaum Muda, Jawaban yang Praktis, Jilid 2 (dibagikan pada hari Jumat), dan Tetaplah Berada dalam Kasih Allah (dibagikan pada hari Sabtu).

buku13.JPG

Menjelang akhir kebaktian, Minggu (29/6/2008) sore, saat Saudara Ronny Simatupang dari Kantor CabangSaksi-Saksi Yehuwa Indonesia menyampaikan khotbah penutup, dia juga membacakan surat Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa. Inti surat, buku  Tetaplah berada dalam Kasih Allah akan dipakai untuk mengajar para peminat pelajaran Alkitab yang telah selesai atau tuntas mempelajari buku berjudul Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?. Dengan demikian, penggunaan Kasih Allah menggantikan Sembahlah Satu-satunya Allah yang Benar (terbitan pertama, 2002).

No comments yet. Be the first.

Leave a reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image