Antara PTC dan UPN

distrik-jatim-2008-downtown-oke-baru.jpg

HARI Jumat sampai Minggu (18 Juli 2008-20 Juli 2008), di Supermall Surabaya Convention Center (SSCC), lantai satu Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya, berlangsung Kebaktian Distrik Saksi-Saksi Yehuwa Jatim 2008. Tahun lalu, kebaktian serupa para pengikut Yesus Kristus ini juga dilaksanakan di sana.

Saya ikut hadir di kegiatan rohani bertema ‘Dibimbing oleh Roh Allah’ tersebut, meski hanya Sabtu dan Minggu. Itupun cuma dari pagi sampai pukul 12.10 WIB, saat break; tak sampai selesai (acara selesai pukul 16.55 WIB pada Jumat dan Sabtu, serta pukul 16.00 WIB pada Minggu).

Tentu ada alasan yang baik mengapa saya tak bisa ikut secara full. Penyebabnya, saya sudah mengikuti Kebaktian Distrik Saksi-Saksi Yehuwa tiga hari penuh di Yogyakarta, 27 Juni 2008-29 Juni 2008 lalu. Tempatnya di Auditorium Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Ring Road Utara, Condongcatur. Kala itu, saya ambil cuti tiga hari dari kantor, plus sehari jatah libur rutin.

Jadi, kebaktian di PTC Surabaya bagi saya boleh dikata merupakan ‘kebaktian-ulangan’. Hari Jumat saya tidak bisa datang ke PTC karena masih dalam perjalanan dari Solo (kota asal saya) menuju ke Surabaya (kota tempat kerja saya) naik Kereta Api Sancaka; berangkat Jumat pukul 08.15 WIB, tiba di Surabaya menjelang pukul 13.00 WIB. Sabtu dan Minggu saya hanya ikut setengah hari karena setelah kebaktian saya langsung ngantor, bekerja.

Apa persamaan dan perbedaan acara di PTC Surabaya dengan di UPN Yogyakarta? Persamaannya, tentu saja, pada materi dan jadwal acara yang memang seragam di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Misalnya, kesamaan nyanyian yang digunakan, judul khotbah, dan drama rohani berdasar Alkitab (berjudul Jangan Tinggalkan ‘Kasihmu yang Mula-mula’.).

Perbedaannya, antara lain, pada jumlah hadirin. Di PTC, hadirin pada puncak acara, Minggu (20/7/2008) sebanyak 2.945 Saksi-Saksi Yehuwa (Saksi-Saksi Allah) dan peminat pelajaran Alkitab; di UPN, puncak acara, Minggu (29/6/2008), dihadiri 2.481 orang.

Jumlah peserta baptisan juga berbeda. Di UPN, ada 51 saudara dan saudari yang dibaptis menjadi Saksi-Saksi Yehuwa; di PTC sebanyak 43 saudara dan saudari.

Perbedaan lain, soal tempat. Kegiatan di Surabaya dilaksanakan di gedung pertemuan full ACconvention center— bagian dari sebuah pusat pebelanjaan nan mewah dan megah, membuat nyaman para hadirin; di Yogya, di auditorium sebuah kampus swasta yang tidak memakai AC, sehingga para hadirin menahan sumuk alias gerah.

Namun, meski gedung yang dipakai tak ber-AC, para peserta kebaktian di UPN sama tertib dan sama berhikmatnya dengan para hadirin di PTC. Memang itulah sebagian ciri-ciri positif Saksi-Saksi Yehuwa di seluas dunia. Bahkan sampah makanan pun tak dibuang di tempat-tempat sampah sekitar tempat kebaktian, demi menjaga kebersihan selama dan setelah kebaktian.

No comments yet. Be the first.

Leave a reply