Perhimpunan yang Sunyi…

isyarat-386.jpg

PERHIMPUNAN yang sunyi. Sepanjang perhimpunan yang berlangsung Minggu (3/8) pagi mulai pukul 09.15 WIB itu hampir tak ada suara manusia, meski perhimpunan dihadiri 31 saudara-saudari yang terdiri atas 17 orang Saksi-Saksi Yehuwa dan 14 orang peminat pelajaran Alkitab.

Sunyi, bukan karena para hadirin perhimpunan di Ruko Mangga Dua Blok B2 No 3-5, Jl Jagir Wonokromo, Surabaya, ini tak bergairah berhimpun. Mereka sangat bersemangat dan bergairah. Sunyi, karena mereka adalah peserta perhimpunan Sidang Bahasa Isyarat Saksi-Saksi Yehuwa Wonokromo Surabaya.

Sidang berbahasa isyarat adalah istilah lain untuk sidang bagi para penderita tuna rungu. Karena peserta-peserta perhimpunan —khususnya para peminat— merupakan orang-orang tuna rungu, maka perhimpunan pun dilaksanakan menggunakan bahasa isyarat. Termasuk ketika mereka menyanyi, melantunkan lagu-lagu rohani dari Buku Nyanyikanlah Pujian bagi Yehuwa.

Karena itulah perhimpunan tersebut sunyi. Terdengar suara hanya ketika iringan musik dari kaset disetel; para hadirin menyanyi menggunakan tangan sebagai bahasa isyarat, bukan memakai mulut.

isyarat2-386.jpg

Hari Minggu (3/8/2008) itu untuk kali pertama perhimpunan sidang bahasa isyarat di Wonokromo diselenggarakan Minggu pagi, yaitu setelah selesai perhimpunan biasa (nonbahasa isyarat) di tempat yang sama. Sebelumnya, perhimpunan mereka dilaksanakan Minggu sore.

Menurut Penatua Saksi-Saksi Yehuwa Sidang Bahasa Isyarat Wonokromo, Saudara Andreas Guritno, dalam sepekan perhimpunan diselenggarakan dua kali. Minggu pagi (Khotbah Umum, Pelajaran Majalah Menara Pengawal, dan Sekolah Pelayanan Theokratis), serta Rabu petang pukul 18.15 WIB (Pembahasan Buku Sidang/PBS dan Perhimpunan Dinas).

“Hari Minggu, setelah selesai perhimpunan, dilakukan pemusatan dinas,” jelas mantan penatua Sidang Dukuh Kupang Surabaya ini kepada saya sebelum perhimpunan dimulai, Minggu (3/8) pagi lalu.

isyarat-dari-belakang-386.jpg

Perhimpunan bahasa isyarat yang saya hadiri, Minggu (3/8) pagi itu, dibuka dengan doa oleh Saudara Yosia. Adapun Sekolah Pelayanan Theokratis dipimpin Saudara Donie Lesmana, dan Pelajaran Menara Pengawal dipandu Saudara Andreas bersama Saudara Herman Supardi.

Saya sungguh terharu melihat kesungguhan para saudara dan saudari yang tuna rungu tersebut untuk beribadat sekaligus menyenangkan Yehuwa. Seperti halnya saudara-saudari yang normal, mereka yang cacat jasmani karena tidak bisa mendengar dan tak bisa bicara itu, misalnya, tampak bersemangat memberikan komentar tatkala mengikuti Pelajaran Menara Pengawal.

isyarat1-386.jpg

Selama pelajaran berlangsung, mereka membuka-buka Alkitab masing-masing maupun Majalah Menara Pengawal edisi 15 Mei 2008, khususnya halaman 21 sampai 25. Mereka diajak Saudara Guritno dan Saudara Supardi bersama-sama membahas tentang materi berjudul ‘Buatlah Kemajuan Rohani dengan Mengikuti Teladan Paulus’.

One Response to “Perhimpunan yang Sunyi…”

  1. sut don
    Agustus 5th, 2008 | 3:47 pm

    Perhimpunan nya memang sunyi …
    Tp semangat dan gairah saudara saudari begitu kuat
    melewati batas ruang dan waktu
    merasuk aliran darah dan menghangatkan hati
    memenuhi kalbu ku untuk terus memuji Yehuwa

Leave a reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image