27
Agustus
2008

Belajar Alkitab, dan Berhimpun


HARI Minggu (24/8/2008) pagi, anak lanang saya nomor dua, Okky a.k.a. Opi, ikut berhimpun bersama Saksi-Saksi Yehuwa di Sidang Solo Selatan. Bagi Opi, ini adalah perhimpunan pertama setelah dia belajar Alkitab setiap Kamis malam sejak sekira 1,5 bulan lalu.

Saya sungguh bersyukur kepada Allah Yehuwa. Karena, sebelumnya, tak gampang mengajak Opi belajar Alkitab kepada Saksi-Saksi Yehuwa, para pengikut Yesus Kristus tersebut. Anak saya, yang kini kelas III SMPN 3 Solo, itu selalu mengelak dengan berbagai cara.

Sampai kemudian, saat kenaikan kelas, Juli 2008 lalu, terungkap kenakalan Okky Surya Setyapamungkas —nama lengkap Opi— di sekolah. Dia, antara lain, tak membayarkan uang SPP selama delapan bulan, uang biaya darmawisata, dan uang buku.

[Gara-gara kenakalannya itu, saya harus melunasi (lagi) pembayaran sekitar Rp 1,5 juta. Padahal, dulu, saya sudah memberi Opi uang untuk melunasi semua kewajibannya di sekolah. Termasuk uang SPP, yang wajib dibayarkan Opi setiap bulan tetapi ternyata ditilepnya sampai delapan bulan, dan pihak sekolah tak pernah menghubungi saya untuk menanyakan mengapa Opi berbulan-bulan tak membayar SPP!]

Kenakalan Opi, yang menurut saya termasuk luar biasa, itu memicu kemarahan saya. Selain memarahi Opi, saya juga kembali meminta dia belajar Alkitab. Kali ini ternyata dia manut. Maka, anak lanang saya nomor dua tersebut pun belajar Alkitab, setiap Kamis malam, di rumah saya, di Kampung Slembaran, Serengan, Solo, Jawa Tengah.

(Sampai saat saya posting tulisan ini, akhir Agustus 2008, pelajaran Opi sudah sampai pada Pasal 4 Buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? Pasal 4 ini membahas tentang ‘Siapakah Yesus Kristus?’)

Pengajar Opi adalah Saudara Nelson Robby Cahyono, yang juga pengajar Alkitab adik tiri Opi, Ryan. Berbeda dengan Opi, Ryan sudah belajar sejak sekitar dua tahun silam, dan rutin ikut perhimpunan setiap Minggu pagi, ikut Pembahasan Buku Sidang (PBS) setiap Kamis petang, serta ikut menemani istri saya Sekolah Pelayanan Theokratis dan Perhimpunan Dinas setiap Selasa malam.

Seraya berdoa kepada Allah Yehuwa, saya berharap Opi selain teratur belajar Alkitab juga bisa rutin ikut perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa. Seperti Ryan, maupun saya dan istri saya (ibu tiri Opi).



4 comments

  1. ss-IN:

    Alkitab terbukti benar sewaktu menubuatkan sulitnya hidup di hari-hari terakhir. Seringkali problem datang justru dari lingkungan dalam kita, entah itu dari diri kita sendiri maupun anggota keluarga kita.

    Semoga Opi sekarang benar-benar menyadari kesalahannya dan mau berubah. Saya turut mendoakan agar Brur bisa membimbing dia untuk mengenal Yehuwa, meyakini bahwa Dia ada dan pengasih dan Dia mengundang kita untuk mendekat dan menjadi sahabat-Nya.

    Maju terus. Salam.

  2. Iguh:

    Kaum muda menjadi target setan si iblis, kenakalan, tekanan teman sebaya dan hidup bermuka dua adalah salah satu dari jerat2 nya, maka ketetap tentuan belajar alkitab dan berhimpun akan menjaga kita tetap waspada dari perangkap2 nya.
    Jangan pernah lelah untuk mendekat kepada Allah Yehuwa …

  3. juniantosetyadi:

    @ ss-IN dan Sdr Iguh : Terimakasih atas saran dan doanya. Hari Minggu (31/8) pagi kemarin Opi mau berhimpun lagi. Saya sengaja menunggu sampai hari Minggu untuk membalas komentar brur berdua. Mudah-mudahan upaya kita diberkati Yehuwa, dan Opi bisa tetap-tentu berhimpun Minggu, kemudian bisa pula ikut corak-corak perhimpunan yang lain….

  4. ss-IN:

    Senang mendengar kabar baik ini, semoga bisa terus berlanjut dan meningkat secara bertahap.
    Tentu brur juga harus terus maju secara rohani.

    Salam



Leave a Reply