31
Oktober
2008

Ayat Hari Jumat0

AKU telah melaksanakan firman Yehuwa. — 1 Sam. 15:13

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia

30
Oktober
2008

Ayat Hari Kamis0

SEMENTARA semua yang duduk di Sanhedrin menatap dia, mereka melihat bahwa mukanya seperti malaikat. — Kis. 16:15

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia

29
Oktober
2008

Ayat Hari Rabu0

TULANG-TULANGKU tidak tersembunyi darimu pada waktu aku dibuat di tempat yang tersembunyi, pada waktu aku ditenun di bagian-bagian bumi yang paling dalam. — Maz. 139:15

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia

28
Oktober
2008

Ayat Hari Selasa0

LEBIH daripada semua hal lain yang harus dijaga, jagalah hatimu. — Ams. 4:23

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia

27
Oktober
2008

Ayat Hari Senin0

PADA siapa ada celaka? …. Pada siapa ada mata yang kabur? Pada orang-orang yang tinggal untuk waktu yang lama dengan anggur. — Amz 23: 29,30

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia

26
Oktober
2008

Ayat Hari Minggu0

BIARLAH kita memperhatikan satu sama lain untuk
menggerakkan kepada kasih dan perbuatan yang baik, dengan tidak mengabaikan pertemuan kita. — Ibr. 10:24,25

Sumber
: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia

26
Oktober
2008

1.857 Hadirin, 14 Dibaptis3

baptis1-sby-400.jpg

SEBANYAK 14 saudari dan saudari dibaptis menjadi Saksi-Saksi Yehuwa dalam Kebaktian Istimewa di Surabaya, di Gedung Serbaguna, Jl Arief Rahman Hakim No 131-133, Minggu (26/10) siang. Kebaktian ini diikuti 1.857 hadirin.

Seperti halnya kebaktian istimewa di seluas dunia, kebaktian yang diselenggarakan di Surabaya mulai pukul 09.40 WIB sampai 15.55 WIB tersebut bertema ‘Teruslah Perhatikan Tugas Pelayanan . . . , dan Laksanakanlah itu’. Tema kebaktian diambil dari Alkitab, yaitu Kitab Kolose Pasal empat ayat 17.

Sebelum dilaksanakan pembaptisan di depan Gedung Serbaguna, Saudara Tjahjo Aristyawan menyampaikan khotbah yang ditujukan terutama untuk para calon baptis. (Sebenarnya saudara-saudari yang hendak dibaptis ada 16 orang, tetapi dua orang batal.).

Saudara Tjahjo antara lain menjelaskan bahwa saudara-saudari yang akan dibaptis menjadi Saksi-Saksi Yehuwa  telah memilih dan mengikuti jalan hidup terbaik. Yaitu enjadi pengikut Yesus Kristus yang melayani Allah Yehuwa.

“Pentingnya hal itu dapat kita lihat pada Alkitab, antara lain Kitab Yesaya Pasal 30 ayat 21, Kisah Para Rasul Pasal sembilan ayat 2, dan Kisah Para Rasul pasal 18 ayat 24 dan 26,” paparnya.

Nabi Yesaya dalam pasal dan ayat tersebut menegaskan perlunya mengikuti ‘jalan’ (jalan Allah). Demikian pula Kisah Para Rasul Pasal sembilan ayat dua yang menyebut ‘Jalan Itu’; sedangkan Kisah Para Rasul pasal 18 ayat 25 menyebut ‘jalan Yehuwa’

“Dengan dibaptis berarti kita mulai menjalin hubungan yang lebih baik dengan Yehuwa,” papar Saudara Tjahjo.

Dia juga mengingatkan bahwa proses seseorang untuk dibaptis, menjadi pengikut Yesus Kristus  sekaligus pelayan Allah, tidak gampang, tidak semudah membalik telapak tangan. Saudara Tjahjo menegaskan, bahkan Yesus Kristun pada zaman dulu pun dicobai setan hingga tiga kali.

“Namun, Yesus bisa menolak semua cobaan itu karena Dia punya kebulatan hati untuk tetap berpaut kepada jalan Yehuwa,” katanya.

istimewa-sby400.jpg

Selain Saudara Tjahjo, sepanjang kebaktian pagi sampai sore itu tampil pula beberapa pengkhotbah lain. Di antaranya, Saudara Hendra Gunawan, Saudara Suryadi (Pengawas Wilayah Jawa 10 Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia), dan Saudara Darma Sembiring (dari Kantor Cabang Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia).

Kotbah mereka, sesuai dengan tema kebaktian, adalah melayani Allah dan membantu orang-orang lain secara rohani, dengan menyediakan bantuan untuk mempelajari Alkitab secara cuma-cuma. Hal ini juga sesuai minat utama para Saksi-Saksi Yehuwa.

25
Oktober
2008

Ayat Hari Sabtu0

Oh, Pendengar doa, kepada-Mu-lah sekalian orang akan datang. — Mz. 65:2

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia

24
Oktober
2008

Ayat Hari Jumat0

JIKA karena hati nurani dihadapan Allah, seseorang bertahan menanggung hal-hal yang memedihkan hati dan menderita secara tidak adil, ini adalah hal yang diperkenan. — 1 Petr.2:19

Sumber: Buku Menyelidiki Kitab Suci Setiap Hari – 2008 Terbitan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia

23
Oktober
2008

PBS Bersama Para Lansia2

BIASANYA saya rutin ikut Pelajaran Buku Sidang (PBS), setiap Kamis petang, di Sidang Solo Selatan Saksi-Saksi Yehuwa. Tetapi, Kamis (23/10/2008) ini, karena tidak pulang ke Solo, saya mengikuti PBS di Sidang Sukolilo Surabaya.

PBS berlangsung Kamis pagi, mulai pukul 09.30 WIB, di rumah Penatua Sidang Sukolilo, Saudara Markus Dena, Jalan Darmawangsa IV/11 Surabaya. PBS Kamis (23/10), dihadiri 12 saudara dan saudari pengikut Yesus Kristus.

(O, ya, PBS pada Kamis, 23 Oktober 2008, itu membahas Pasal Tujuh Buku Hidup Tanpa Melupakan Hari Yehuwa. Sesuai jadwal dari Kantor Cabang Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia, yang berlaku secara nasional, kami belajar pasal tentang Layanilah Yehuwa Menurut Standar-Nya yang Tinggi,  mulai halaman 83 sampai pada alinea 15 halaman 90.)

Apa yang membedakan PBS di Jalan Darmawangsa IV/11 Surabaya dengan di tempat-tempat lain? (Sebelum ini, selain di Solo Selatan, saya pernah mengikuti PBS di beberapa sidang, yaitu Solo Barat, Solo Timur, dan Ngagel Surabaya). Bedanya, para peserta PBS ini adalah para manusia lanjut usia (lansia), sebagian kakek-kakek dan nenek-nenek.

Tetapi, semangat mereka dalam berhimpun dan mengikuti PBS tak beda —dan tidak kalah—  dengan Saksi-Saksi Yehuwa maupun para peminat pelajaran Alkitab yang lebih muda. Hal itu tampak, antara lain, dari semangat mereka memberikan komentar pada PBS yang dipimpin Saudara Markus tersebut.

Dengan bersemangat, para saudara dan saudari berusia lanjut itu bergantian memberikan komentar. Misalnya, Saudari Nanik, Saudari Yayuk, Saudara Noto, Saudara Nganti, dan Saudara Paiman. Nama terakhir adalah saudara yang bertugas membacakan Buku Hidup Tanpa Melupakan Hari Yehuwa.

Saya terharu sekaligus terpicu menyaksikan semangat rohani yang begitu tinggi dari mereka, para hamba Yehuwa, demi memuji dan memuliakan nama-Nya. Perasaan serupa saya rasakan tatkala menghadiri perhimpunan perhimpunan Sidang Bahasa Isyarat Saksi-Saksi Yehuwa Wonokromo Surabaya, hari Minggu (3/8/2008) pagi lalu….

Seusai PBS, yang berlangsung tepat satu jam, para hadirin tak langsung meninggalkan kediaman Saudara Markus. Kami bergaul, berbincang-bincang seraya menikmati kue yang disajikan tuan rumah.

Sekitar 20 menit kemudian, saya pamit, kembali ke kantor untuk bekerja sekaligus bersiap-siap pulang ke Solo, ke kota tempat tinggal keluarga saya. Naik bus patas, Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB, biasanya saya habiskan waktu hampir lima jam untuk tiba di Solo. Saya akan menikmati liburan rutin di Solo, bersama keluarga (istri dan tiga anak saya), sepanjang Jumat (24/10/2008).