
KAMI berkunjung ke rumah keluarga Ngadirun, di Kampung Dalangan, kawasan Banmati, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (30/4/2008) malam. Kami, yaitu saya dan istri serta Saudari Cahyono (Shinta Cahyono).
Lokasi rumah keluarga itu lumayan jauh dari tempat tinggal saya di Kota Solo, sekitar 20 km. Kami mengendarai Mobil Kijang milik keluarga Cahyono, Saksi-Saksi Yehuwa yang sehari-hari tinggal di Perumahan Puri Gading.
Berangkat pukul 17.15 WIB dari Puri Gading, sekira 30 menit kemudian kami tiba di Dalangan. Keluarga Ngadirun sudah menunggu kedatangan kami, karena mereka akan mengikuti pelajaran Alkitab di rumah (PAR).
Sesudah saling berbagi kabar tentang keseharian masing-masing, dan setelah tiga anak perempuan Ngadirun berkumpul bersama ayah dan ibu mereka, maka Saudari Shinta pun memulai PAR, melanjutkan pelajaran yang telah dia berikan sepekan sebelumnya.
Rabu malam itu, Ngadirun dan istri serta tiga anak perempuan mereka bersama-sama belajar tentang sifat Yesus Kristus yang setia sampai akhir, sebagaimana dapat dibaca pada halaman 45-46 Pasal Empat Buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Yesus memang setia sampai mati. Padahal, dia harus mati dengan cara mengerikan dan menyakitkan di tangan musuh-musuhnya, sesuai catatan Alkitab, antara lain Kitab Filipi Pasal 2 ayat 8 yang berbunyi, ‘…Lebih daripada itu, ketika ia berada dalam wujud sebagai manusia, ia merendahkan dirinya dan taat sampai mati, ya, mati pada tiang siksaan’.
PAR ini ditutup dengan pembahasan alinea 22 Buku Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? Tentang apa yang dicapai Yesus dengan tetap setia sampai mati. Yaitu bahwa kematian Yesus sesungguhnya membuka kesempatan bagi kita untuk hidup kekal dalam Firdaus di bumi, selaras dengan maksud-tujuan Allah Yehuwa yang semula, yakni ketika Dia menciptakan bumi, agar bumi dipenuhi orang-orang yang sehat dan bahagia….
Hari telah gelap ketika kami meninggalkan rumah keluarga Ngadirun. Rabu malam pekan depan, Saudari Cahyono akan kembali mengunjungi keluarga tersebut, membahas tentang tebusan, pemberian Allah Yehuwa yang paling berharga. Tebusan itu adalah Yesus Kristus, yang diberikan Bapanya, Yehuwa, kepada manusia untuk menyelamatkan dan menebus mereka dari warisan dosa manusia pertama, Adam dan Hawa.
Berbagi