ANDAI tidak belajar Alkitab kepada Saksi-Saksi Yehuwa, saya tentu tidak pernah mengenal istilah ‘Nabi-Nabi Kecil’. Terus terang, istilah ini saya dengar pertama kali menjelang mengikuti Perhimpunan Buku Sidang (PBS) Hidup Tanpa Melupakan Hari Yehuwa.
Beberapa hari sebelum PBS yang saya ikuti di Sidang Solo Selatan Saksi-Saksi Yehuwa tersebut, seorang saudara melalui internet menginformasikan bahwa Hidup Tanpa Melupakan Hari Yehuwa berisi banyak nasihat praktis yang berguna dalam kehidupan kita. “Semuanya bersumber dari firman terilham yang ditulis oleh ‘Nabi-Nabi Kecil’,” tulis saudara tersebut dalam komentarnya di blog saya ini, 2 Agustus 2008 lalu.
Saya kemudian mulai membuka-buka Hidup Tanpa Melupakan Hari Yehuwa, beberapa hari sebelum PBS perdana dengan menggunakan buku ini, Kamis (7/8/2008). O ya, PBS Hidup Tanpa Melupakan Hari Yehuwa dilaksanakan setelah PBS Wahyu, Klimaksnya yang Menakjubkan! selesai sepekan sebelumnya, Kami (31/7).
Pada halaman tujuh buku yang diterbikan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia tersebut dijelaskan bahwa ada bagian dalam Alkitab yang nyaris tak terjamah oleh banyak orang, padahal ada harta di sana. Bagian itu adalah 12 buku yang sering disebut Nabi-Nabi Kecil, yang dalam Akitab terletak setelah buku-buku lebih besar —Yehezkiel dan Daniel— dan sebelum Injil Matius. Adapun urutan yang umum untuk buku-buku itu adalah ; Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, dan Maleakhi.
(Belakangan, setelah searching di internet, saya temukan definisi Nabi-Nabi Kecil dari Wikipedia Indonesia, yang tak beda dengan definisi dalam Hidup Tanpa Melupakan Hari Yehuwa. Bahwa Nabi-Nabi Kecil adalah suatu bagian dalam Kitab Suci Ibrani, yang juga dikenal oleh orang Kristen sebagai Perjanjian Lama….).
Wikipedia Indonesia juga menyebut bahwa istilah “kecil” di sini menunjuk kepada panjang kitab-kitab tersebut, bukan kedudukannya yang penting atau tidak. Tak beda dengan penjelasan dalam Hidup Tanpa Melupakan Hari Yehuwa, bahwa sesungguhnya nama Nabi-Nabi Kecil seperti digunakan dalam banyak bahasa hanyalah menunjukkan bahwa 12 buku ini lebih pendek daripada beberapa buku lain dalam Alkitab.
Berdasar pengertian itu, Saksi-Saksi Yehuwa mengingatkan bahwa panjang-pendeknya sebuah buku Alkitab tidak menunjukkan seberapa penting atau bernilainya buku itu bagi kita. Dengan kata lain, semua buku dalam Alkitab sama penting nilainya, tak soal buku itu panjang atau pendek.
Sebagai salah satu contoh bahwa buku Alkitab meski pendek namun tetap penting, di bagian akhir Alkitab kita akan menemukan Buku Yudas. Buku ini sangat pendek, bahkan dalam beberapa cetakan Alkitab tidak sampai satu halaman.
“Namun, alangkah tak ternilainya informasi dan bimbingan yang terdapat di dalamnya : cara Allah berurusan dengan para malaikat fasik, peringatan tentang orang-orang bejat yang menyusup ke dalam sidang, dan desakan untuk berjuang keras demi iman,” demikian dijelaskan Hidup Tanpa Melupakan Hari Yehuwa pada halaman delapan.
Sama halnya dengan Nabi-Nabi Kecil. Meski relatif pendek, isi Nabi-Nabi Kecil bahkan memuat harta yang sungguh bermanfaat untuk menunjukkan bagaimana seharusnya kita hidup dewasa ini. Hal tersebut sesuai isi 2 Timotius 3 :16 bahwa, “Segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara, untuk mendispilin dalam keadilbenaran.”
Berbagi